Malaza_Keny
It didn't help how the school uniform hugged her body a bit to tight. Her breast was about to pop out her collared shirt in any minute.
Dard Dene ke baad, main uska haal pooch baitha "
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mana: 80
"Huy!" tawag niya sakin nang hindi ko siya pinansin at umakyat na sa kwarto ko. Pumasok ako ng kwarto at iniwan na bukas ang pinto. Alam ko naman na nakasunod yung babaeng 'yon.
"He didn't 'decide' to start his restaurant anywhere. Nor does he 'decide' to remain here," I argue, "Falcone paid for Sam's move from Italy. Sam's in Falcone's debt. If he tried to establish an upscale business in the rich part of town, he'd be in trouble."
Ichigo felt like he was in a dream, one that was more like a nightmare.
Kulihat dia masih asik mondar mandir disana. Sedangkan aku masih disini, masih berusaha menahan diriku. Apa maksudnya itu? Entahlah. Seperti ada sesuatu yang mendesakku untuk melakukannya. Terlebih ketika aku melihat wajah itu, yang tengah tersenyum, sangat menggoda. Sungguh, aku sudah tidak sanggup menahannya. Tak lagi menahannya. Kakiku mulai melangkah. Melewati rerumputan yang tingginya nyaris sepinggangku. Melepas kancing jaketku. Entah mengapa mendadak aku merasa gerah. Terus melangkah. Juga kubuka kancing kemeja teratasku. Masih menatapnya dan terus melangkah. Kulihat dirinya yang telah menyadari kedatanganku dan berdiri menghadapku. Pas sekali. Pikirku. Tinggal lima langkah lagi mendekatinya. Dan setelah itu, ketika sedikit lagi tiba dihadapannya, dengan gerakkan cepat kedua tanganku sudah menangkup wajahnya. Dan sedetik kemudian, Aku sudah mendaratkan bibirku di bibirnya.
「I'm a patient. D, doing that much is fine, right?」
Samara is Hospitalised
Walking up to the man,
" Maas.. Sejak kita bercerai aku belum pernah sama Bayu..aku ini ibu kandungnya.." Suara ibu terdengar meninggi penuh emosi." aku juga berhak sama Bayu..mas ndaak bisa seenaknya gitu.."
