Sesampainya di sana, kami disambut dengan hangat dan ramah. Hal ini tentu membuat aku dan kedua orang tuaku senang sekaligus sedih. Kami senang karena orang-orang yang baru kami kenal ini justru dapat menerima kami yang berpenampilan seperti gelandangan kotor tanpa memandang sebelah mata. Sedih, karena ayah dan ibu ingat betapa berbedanya sikap para saudara dan keluarga mereka sendiri dikala menyambut mereka dulu. Sangat di sayangkan... Orang yang kami anggap keluarga justru seperti orang asing bagi kami, dan orang yang tak kami kenal ini justru memperlakukan kami layaknya seorang keluarga.