Saat ini aku memilih berjalan kaki menuju hotel. Menikmati sejuknya udara pada malam itu. Sehun juga memilih berjalan kaki, sama sepertiku. Ah, tidak. Sebenarnya akulah yang mengikutinya. Melangkah dengan sedikit jarak dibelakangnya. Walau keadaan sedikit berbeda, tapi aku cukup bahagia. Mendadak aku teringat pada Mino. Ya, aku merindukannya. Brukk! Aku menubruk dada bidang Sehun. Ternyata aku telah termenung dan tidak menyadari Sehun yang tengah berdiri menghadapku. Dekatnya jarak kami membuatku lekas mundur selangkah.