"Haru-a.. jangan berlari!" teriak seorang ibu kepada anak laki-lakinya yang tengah berlari di koridor. Tepat ketika itu si anak tengah berlari kearahku, ia berlari sangat kencang membuatku termenung bingung. Tapi sedetik kemudian kurasakan tanganku yang ditarik oleh Sehun hingga membuat tubuhku membentur dada bidangnya. Dugg! Dugg! Dugg! Aku nyaris tak bernafas. Pipiku yang menempel ditubuhnya mendadak memanas. "omo, jesonghamnida.. jesonghamnida.." kata si ibu kepada kami.