Dunia yang lebih indah dari mimpi mulai menghilang karena erosi. Itu adalah dunia dimana Krystal hidup dan berkembang. Kehampaan akan terjadi saat kegelapan mulai memudar. Semua kepastian akan segera terbongkar. Waktu yang ditakdirkan tidak dapat digubah seindah maknanya. Semua yang dibangun akan berakhir dalam hitungan malam yang kejam. Di malam terakhirnya hidup sebagai manusia, Krystal merendahkan kepalanya. Memohon pada Tuhan yang dibicarakan warga desa. Ia tidak percaya apa yang tidak dapat dicerminkan mata. Tapi saat keputusasaan membelai kulitnya, yang bisa ia lakukan hanya menyalahkan tuhan yang katanya maha kuasa.