Saat dia mengucapkan itu, wajahnya langsung menoleh menuju kursi penumpang di sampingnya. Matanya tertuju pada bercak noda darah yang mengering di lapis kursi beludru berwarna putih. Mata Adam mengelap, di hisapnya nikotin itu dalam dan menghembuskannya berlahan ke udara, sangat arogan. Seolah memikirkan kejadian malam panas itu, tepat di dalam mobil mewah kesayangannya ini. "Jade... hmm, aku tidak sabar kalau saja..., gumam Adam serak pada dirinya sendiri.