"Turunlah, aku akan menyusul." memang nasibku yang sial. Sepertinya ia masih mengantuk. Kupikir lebih baik untuk meninggalkannya disana. Dengan tak adanya semangat, aku mulai turun dari mobil. Kakiku mulai melangkah menelusuri taman bunga itu. Disana luar biasa indah. Kupastikan memori kameraku akan penuh karena terlalu banyak memotret.