Kami tidak mendapatkan jatah duduk di dalam bis dikarenakan terlalu banyak penumpang pada saat itu. Aku dan dirinya berdiri berpegangan pada tiang besi. Bersama penumpang pria lainnya yang kebetulan mengelilingi diriku. Aku sedikit gelisah karena mereka terus mendorong tubuhku, entah sengaja atau apa. Sedangkan Sehun berada jauh dariku. Juga berdiri disana dengan matanya yang fokus ke luar kaca bis. Syukur minumanku dan miliknya sudah kami berikan pada orang yang ada di halte tadinya, jadinya kami tidak terlalu repot membawanya.