Bis berhenti tidak jauh dari hotel. Kami segera turun karena sudah terlalu gerah. Baru saja turun dari bis, kami diterjang angin dingin musim gugur, yang suhunya lebih dingin jika berada di Jeju. Tentu aku mendadak bersin berkat itu. Aku tahu Sehun tengah menatapku, tapi aku tak berani membalas tatapan itu. Jantungku kini sudah berdebar kacau. Tak ingin ia mengetahui itu, aku segera melangkah mendahuluinya. Oo? Tanganku kembali ditarik olehnya, membuatku berputar dan langsung menghadapnya. Ia membuka jaket tebalnya dan langsung memakaikan ke tubuhku yang hanya berbalutkan 2 lapis sweater. Setelah itu ia melangkah mendahuluiku tanpa mengatakan apapun. Kurasa kini pipiku sudah merona. Aku tak mampu menahan senyuman diwajahku. Omo, senyumanku semakin lebar, bagaimana ini?!