Dables
....Well, it feels like the usual.
After the evaluation had finished, the awards ceremony began. This time, the event's top 3 places for both Class 1 Monster Cores and Class 2 Monster Cores would receive the same rewards. The first place reward was a Class 4 Monster Core and a medal of honor completely made from Purple Coins. Both second place and third place rewards included one Class 3 Monster core, and a medal of honor made from Gold Coins.
Ali
ArcaneCraft Lv1; Craftsmanship dexterity Lv1
"It was my pleasure to be able to help. Do be careful on your quest and have a good trip, Miss Nies."
"Why, why? I'm your master, why did you do this to me? Do you not like me anymore? Do you me to part you?"
There are 3 tiers of to barriers, Mortal, Sky and Celestial. With low being the weakest and peak grade being the highest. There were different kinds of barriers ranging from Illusion barriers to Space Time Barriers.
Andrés: hello little men, today I did not have to go out hunting, that the prey came directly to me, today I'll have lunch
sedangkan di lain tempat, Ray tau kalau Dian sedari tadi memperhatikan nya. dia sengaja baru membalas pandangan gadis itu, agar dia tau kalau Ray adalah pemuda yang berkarisma. Ray hanya bisa tersenyum melihat tingkah Dian, tak lama kemudian dia pun melanjutkan permainan nya dengan perasaan yang puas karena telah membuat gadis itu salah tingkah. selepas pulang sekolah nanti Ray berencana untuk mengajak Dian pulang bersama. pada saat Ray berjalan menuju kelas gadis itu, tiba-tiba saja dia melihat ada seorang pemuda duduk disebelah Dian, mereka saling tertawa puas. api cemburu Ray pun muncul, dengan cepatnya memisahkan mereka berdua. tanpa rasa bersalah Ray pun menarik Dian keluar dari kelas dan berulang kali Dian berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Ray namun dia gagal. sesampainya di taman belakang sekolah Ray pun melepaskan genggamannya dan berdiri tegak membelakangi Dian. " kamu kenapa sih, tiba-tiba narik tangan aku, sakit tau ! " dengan rasa kesal. Ray tidak menjawab pertanyaan dari Dian. Ray tetap diam, Dian pun kesal dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu. tiba-tiba saja Ray menarik tangan Dian dan memeluk Dian dengan erat. tak berapa lama ada bisikan yang muncul di telinga nya " maaf tadi Gw udah narik Lo secara spontan, itu karna Gw cemburu liat Lo duduk dengan laki-laki lain, apa lagi kayak tadi makin buat Gw makin marah" dengan suara yang takut kehilangan. ' cemburu ?, apa dia benar-benar sayang sama ku ' batinnya. Dian tak tau harus berbuat apa selain diam, tak berapa lama Ray melepaskan pelukannya dan memandang wajah Dian dan mencium kening gadis itu. spontan Dian mendorong badan Ray kebelakang dan detak jantung Dian pun mulai bergejolak, wajah nya jadi merah dan memalingkan wajahnya ke lain arah, Ray yang melihat tingkah lucu Dian seketika tertawa dan geram melihat raut wajah kesalnya.lalu Ray menarik tangan Dian dan memeluk nya kembali.
dia mengacung kan ??tanda bahwa dia memahami.
The lovely girl gave Shi Yan a single glance, then promptly turned away. With the zither in her arms, she and walked slowly in silence towards the little creek hundreds of meters away.
"W-Wait… Nn… Let me hear your name…" I asked between gasps.
