"Bukan kau yang menentukan kematian" Kayala berkata, pedang ksatria berarmor tembaga terpental ke tanah membawa beban berat yang tiba-tiba. Ksatria itu berlutut, wajahnya melihat tanah yang merah dan hancur. Kayala tiba di depannya. Dengan satu ketukan telunjuknya pada armor tembaga, pakaian pelindung itu meleleh bagai lilin yang dipanaskan.