Saat itu Kayala tidak pernah menduga bahwa perintah itu akan jadi bumerang baginya. Karena saat gadis berambut perak itu mengangkat wajahnya. Kayala berani bersumpah bahwa kematian tidak akan pernah menyentuhnya.
Dia berjalan ke landasan batu. Menghadapi Gongzi Yu, dia tidak hanya tampak tenang seperti batu besar, dia benar-benar tampak tak tergoyahkan seperti bumi itu sendiri.
This a novel with a high potential but there is low output of chapters.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------