"Aniya, aku hanya sedang merindukannya." katanya yang kini tengah mendekati bunga mawar itu. Terlihat jelas kerinduan yang mendalam dari raut wajahnya. "tapi aku tidak bisa bertemu dengannya lagi. Karena itu, jika kau merindukan seseorang, kau harus segera menghampirinya, selagi orang yang kau rindukan masih berada didunia ini." belum sempat Sehun menjawab. Pria yang ia panggil sajangnim itu sudah pergi dari sana. Tubuh tuannya tertutupi tembok lalu menghilang.