sedangkan di lain tempat, Ray tau kalau Dian sedari tadi memperhatikan nya. dia sengaja baru membalas pandangan gadis itu, agar dia tau kalau Ray adalah pemuda yang berkarisma. Ray hanya bisa tersenyum melihat tingkah Dian, tak lama kemudian dia pun melanjutkan permainan nya dengan perasaan yang puas karena telah membuat gadis itu salah tingkah. selepas pulang sekolah nanti Ray berencana untuk mengajak Dian pulang bersama. pada saat Ray berjalan menuju kelas gadis itu, tiba-tiba saja dia melihat ada seorang pemuda duduk disebelah Dian, mereka saling tertawa puas. api cemburu Ray pun muncul, dengan cepatnya memisahkan mereka berdua. tanpa rasa bersalah Ray pun menarik Dian keluar dari kelas dan berulang kali Dian berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Ray namun dia gagal. sesampainya di taman belakang sekolah Ray pun melepaskan genggamannya dan berdiri tegak membelakangi Dian. " kamu kenapa sih, tiba-tiba narik tangan aku, sakit tau ! " dengan rasa kesal. Ray tidak menjawab pertanyaan dari Dian. Ray tetap diam, Dian pun kesal dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu. tiba-tiba saja Ray menarik tangan Dian dan memeluk Dian dengan erat. tak berapa lama ada bisikan yang muncul di telinga nya " maaf tadi Gw udah narik Lo secara spontan, itu karna Gw cemburu liat Lo duduk dengan laki-laki lain, apa lagi kayak tadi makin buat Gw makin marah" dengan suara yang takut kehilangan. ' cemburu ?, apa dia benar-benar sayang sama ku ' batinnya. Dian tak tau harus berbuat apa selain diam, tak berapa lama Ray melepaskan pelukannya dan memandang wajah Dian dan mencium kening gadis itu. spontan Dian mendorong badan Ray kebelakang dan detak jantung Dian pun mulai bergejolak, wajah nya jadi merah dan memalingkan wajahnya ke lain arah, Ray yang melihat tingkah lucu Dian seketika tertawa dan geram melihat raut wajah kesalnya.lalu Ray menarik tangan Dian dan memeluk nya kembali.